Ia menambahkan, kebiasaan membaca nyaring sebaiknya ditanamkan sejak anak masih bayi. Waktu membaca tidak perlu lama, namun dilakukan secara rutin dan konsisten. Pemilihan buku juga disarankan disesuaikan dengan usia dan minat anak agar kegiatan tetap menarik dan menyenangkan.
“Tidak ada anak yang tidak suka dibacakan cerita. Yang dibutuhkan hanyalah waktu, keteladanan, dan suasana yang hangat. Membesarkan anak yang gemar membaca adalah hadiah berharga bagi masa depan mereka,” tutup Endang.
Sementara itu, Anton Widianto, Pengawas RA/MI Kecamatan Kalibening, turut mengapresiasi kegiatan literasi tersebut. Menurutnya, pembiasaan membaca nyaring memiliki dampak besar bagi proses belajar di usia dini.
“RA dan MI merupakan pendidikan usia dasar sehingga dibutuhkan strategi dan langkah yang menjadikan minat baca yang akhirnya pesan dari bacaan itu sampai kepada kehidupan anak,” katanya.
Kegiatan yang diinisiasi TBM Rumah Dua Cahaya ini menjadi bagian dari upaya mendorong literasi keluarga dan sekolah di Banjarnegara. Melalui sinergi antara guru, orang tua, dan komunitas literasi, diharapkan budaya membaca dapat tumbuh kuat sejak usia dini.













