CILACAP, MyInfo.ID – Tragedi sengatan tawon vespa di Kroya, Kabupaten Cilacap, merenggut nyawa seorang masinis aktif setelah diserang kawanan serangga berbahaya saat membersihkan tandon air di atap rumahnya. Terlebih sarang tawon vespa tersebut berada di lingkungan permukiman warga.
Korban diketahui bernama Slamet Arifianto (53), warga RT 02 RW 04 Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Ia meninggal dunia usai mengalami puluhan sengatan tawon saat melakukan aktivitas perawatan rumah pada Kamis (26/2) siang.
Kepala Desa Mujur Lor, Sadimun, menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 10.30 WIB ketika korban naik ke bagian atas rumah untuk memperbaiki sekaligus membersihkan toren air.
Tanpa disadari, di sekitar tandon tersebut terdapat sarang tawon vespa yang tersembunyi. Saat aktivitas berlangsung, korban tiba-tiba diserang secara berkelompok.
“Korban mau betulin isi air, toren di atas rumah. Ternyata di situ ada sarang tawon vespa yang tidak diketahui. Tahu-tahu langsung digerumut,” kata Sadimun kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).
Serangan berlangsung cukup lama hingga membuat korban kesakitan di atas atap rumah.
“Sewaktu kejadian itu sampai setengah jam masih digerumut, sambil nangis-nangis katanya. Waktu turun masih bisa jalan, tapi waktu diajak ngomong sudah tidak terasa, mungkin karena saking banyaknya sengatan,” jelasnya.
Melihat kondisi korban yang terus melemah, warga bersama relawan segera memberikan pertolongan. Anggota Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kroya, Lutfi Latifudin, mengatakan korban langsung dievakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat.
“Sekitar pukul 11.15 WIB korban dibawa ke PKU Muhammadiyah Kroya untuk mendapatkan penanganan awal. Setelah diperiksa, dokter menyarankan agar korban segera dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan,” katanya.
Pihak keluarga kemudian membawa korban ke RSUD Banyumas. Namun kondisi korban terus menurun hingga akhirnya tidak sadarkan diri.
“Namun demikian, sekitar pukul 16.00 WIB, Bapak Slamet Arifianto dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.
Korban diketahui masih aktif bekerja sebagai masinis di wilayah Kroya. Jenazah Slamet Arifianto dimakamkan pada Jumat pagi oleh keluarga dan warga setempat.
“Baru dimakamkan pagi tadi. Beliau masinis aktif di Kroya,” pungkasnya.












