“Industri ini menuntut kesiapan bekerja dalam tim multinasional. Mahasiswa kami diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut,” katanya.
Selain memberikan pengalaman kerja lintas negara, program ini juga memperkuat implementasi kebijakan link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung terkait standar kerja global, manajemen pelayanan tamu, hingga budaya kerja profesional di lingkungan multinasional.
Salah satu peserta magang menyebut pengalaman tersebut memperluas wawasan tentang dinamika dunia kerja internasional. Ia mengaku mendapatkan pembelajaran tentang disiplin, profesionalitas, dan standar pelayanan berkelas global.
Di sisi lain, transformasi digital di sektor pariwisata dan perhotelan menjadi tantangan tersendiri. Mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan sistem pelayanan berbasis teknologi serta standar operasional internasional yang terus berkembang.
Melalui program ini, FIB Unsoed berupaya menyiapkan lulusan vokasi yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing global.
Ke depan, kerja sama dengan industri perhotelan dan pariwisata internasional akan terus diperluas guna memperkuat pembelajaran berbasis praktik serta membuka lebih banyak peluang magang bagi mahasiswa.












