PURWOKERTO, MyInfo.ID — Di tengah persaingan sumber daya manusia (SDM) global yang kian kompetitif, mahasiswa Program Studi D3 Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menunjukkan kapasitasnya dengan mengikuti program magang perhotelan di luar negeri. Program tersebut menjadi indikator kesiapan mahasiswa vokasi untuk bersaing di industri hospitality internasional.
Sejumlah mahasiswa menjalani magang selama satu semester di hotel berbintang di Malaysia dan Jepang. Pada 2024, lima mahasiswa diberangkatkan ke Malaysia. Sementara pada 2025, sebanyak 11 mahasiswa menjalani magang di Malaysia dan empat mahasiswa lainnya mengikuti program serupa di Jepang pada sektor perhotelan dan hospitality.
Program ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja muda yang memiliki kompetensi komunikasi global, pemahaman lintas budaya, serta keterampilan pelayanan profesional. Momentum tersebut juga beririsan dengan puncak bonus demografi Indonesia pada 2026, ketika generasi muda diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Dosen Bahasa Inggris bidang pariwisata dan perhotelan FIB Unsoed, Indah Puspitasari, mengatakan magang internasional merupakan bagian dari penguatan pendidikan vokasi yang diselaraskan dengan kebutuhan industri global.
“Mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga keterampilan hospitality, etika kerja, serta kemampuan berinteraksi dengan tamu dari berbagai latar belakang budaya,” ujarnya.
Koordinator Program Studi D3 Bahasa Inggris, Kristianto Setiawan, menegaskan bahwa industri pariwisata dan perhotelan global membutuhkan tenaga kerja yang adaptif dan komunikatif. Hal itu disampaikannya saat melakukan monitoring dan evaluasi mahasiswa magang di Malaysia pada 8–10 Januari 2026.












