PURWOKERTO, MyInfo.ID – Mahasiswa Program Studi S1 Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menorehkan prestasi nasional. Tim mahasiswa berhasil membawa pulang Silver Medal dalam ajang Lomba Essay Tingkat Nasional (LETIN) 7 yang digelar oleh Universitas Janabadra, Yogyakarta.
Kompetisi yang berlangsung pada 14–15 Februari 2026 tersebut diikuti 30 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia pada subtema kesehatan. Capaian ini menjadi sorotan karena ide yang diusung menyentuh persoalan krusial: alternatif terapi yang lebih aman bagi penderita lupus arthritis.
Tim yang terdiri dari Asika Maulida Pasha, Sri Nastiti, dan Nisya Nur Afifah, di bawah bimbingan Prof. Dr. Hernayanti, S.Si., M.Si., mengangkat esai berjudul “Flourish: Suplemen Herbal Berbasis Ekstrak Nigella sativa dan Moringa oleifera sebagai Imunomodulator dalam Terapi Adjuvan Penderita Lupus Arthritis”.
Gagasan tersebut lahir dari tingginya prevalensi penyakit autoimun, khususnya lupus arthritis, yang disebut berada pada kisaran 32,9%–75,5%. Tim menilai terapi konvensional memang mampu mengendalikan peradangan, tetapi memiliki konsekuensi serius dalam penggunaan jangka panjang.
“Terapi konvensional efektif menekan gejala inflamasi, tetapi penggunaan jangka panjangnya sering menimbulkan efek samping seperti osteoporosis, hipertensi, gangguan metabolik, hingga peningkatan risiko infeksi,” ujar Sri Nastiti dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
Kondisi itu mendorong kebutuhan akan pendekatan terapi pendamping (adjuvan) yang lebih aman dan berkelanjutan.
Melalui inovasi bertajuk “FLOURISH”, tim mengusung konsep food as medicine dengan memanfaatkan ekstrak Nigella sativa dan Moringa oleifera.
Nigella sativa dikenal memiliki efek imunomodulator, sedangkan Moringa oleifera berpotensi membantu menurunkan penanda inflamasi seperti CRP dan MDA. Kombinasi keduanya dinilai mampu menekan respons inflamasi, meningkatkan kapasitas antioksidan, sekaligus memperkuat sistem imun tubuh.
Pendekatan berbasis bahan herbal ini dipandang lebih memungkinkan untuk penggunaan jangka panjang sebagai terapi pendamping, dengan risiko efek samping yang lebih minimal dibandingkan obat sintetis tertentu.
Prestasi di LETIN 7 tidak hanya menjadi kebanggaan akademik, tetapi juga menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam pengembangan solusi kesehatan berbasis riset dan potensi hayati lokal.
Capaian ini selaras dengan komitmen Unsoed dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui inovasi kesehatan berkelanjutan, serta SDG 4 (Quality Education) lewat penguatan pendidikan tinggi berbasis riset dan kompetisi ilmiah.












