“Semua teknik tersebut terintegrasi dan digunakan kembali saat mahasiswa membuat karya. Harapannya, mereka memiliki dasar yang kuat dan pengalaman lengkap, mulai dari proses gagasan hingga menjadi sebuah karya seni,” jelas.
Ia menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon guru di sekolah dasar. Dengan pemahaman teknik dan proses berkarya, mahasiswa diharapkan mampu memfasilitasi kreativitas siswa secara optimal.
“Mahasiswa tidak hanya mencontohkan, tetapi mampu membimbing siswa untuk berpikir kreatif dan memahami proses penciptaan karya seni,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD UMP, Aji Heru Muslim, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan pameran mata kuliah hasil karya mahasiswa.
“Saya sangat mengapresiasi mata kuliah ini. Mahasiswa benar-benar menunjukkan keterampilan, tidak hanya sebatas teori, tetapi diwujudkan dalam karya nyata. Dalam waktu kurang lebih tiga bulan, mereka mampu menghasilkan proyek yang luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, keterampilan seni rupa tersebut sangat relevan untuk diterapkan di sekolah dasar, khususnya dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
“Selama ini proyek P5 di sekolah sering berupa kegiatan membuat makanan tradisional. Dengan keterampilan seni seperti ini, guru dapat mengarahkan proyek ke kegiatan seni rupa yang melatih kerja sama, kesabaran, kreativitas, dan nilai karakter lainnya pada siswa,” jelas Aji Heru.
Ia juga menambahkan bahwa karya mahasiswa ini memiliki nilai strategis bagi Program Studi PGSD, termasuk sebagai bagian dari bukti pembelajaran berbasis luaran dalam mendukung proses akreditasi.
“Karya-karya ini akan dipamerkan di lingkungan prodi sebagai salah satu bukti hasil pembelajaran mahasiswa,” tutupnya.












