News  

Lulus Tanpa Skripsi, Raih IPK 4,00: Kisah Yossi, Wisudawan Terbaik Unsoed dengan Proyek Board Game

Yossi menyelesaikan studinya bukan lewat skripsi, melainkan melalui proyek inovatif berupa board game literasi keuangan. Foto: Unsoed

“Waktu itu sebenarnya cuma ingin mencoba saja. Karena belum pernah ikut lomba, jadi memang banyak kalah di awal,” katanya.

Ia kemudian berhasil menorehkan sejumlah prestasi, termasuk di ajang kompetisi akuntansi tingkat nasional.

“Dari lomba-lomba itu saya belajar bahwa prosesnya jauh lebih penting daripada sekadar menang atau kalah. Karena di situ kita belajar berpikir, bekerja sama, dan menghadapi tekanan,” ujarnya.

Di balik pencapaiannya, Yossi berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sederhana. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara, dengan jarak usia cukup jauh dari adiknya.

Sejak kecil, ia sudah terbiasa menghadapi dinamika keluarga, termasuk saat harus diasuh keluarga lain karena orang tuanya bekerja di luar kota hingga luar negeri.

Meski demikian, ia merasa mendapat dukungan penuh dari keluarga.

“Keluarga saya tipe yang membebaskan. Mereka selalu bilang, kamu yang paling tahu apa yang terbaik untuk dirimu. Jadi selama itu baik, mereka selalu mendukung,” katanya.

Tak hanya aktif di kampus, Yossi juga sempat merasakan dunia profesional melalui program magang sebagai auditor intern di Kantor Akuntan Publik di Jakarta.

Pengalaman tersebut memberinya gambaran nyata tentang praktik audit, mulai dari perencanaan hingga penyusunan laporan keuangan.

Menutup perjalanannya sebagai mahasiswa, Yossi membagikan pesan sederhana bagi generasi berikutnya.

“Setiap orang pasti punya fase sulit. Tapi sebaik-baiknya proses pasti ada akhirnya. Jadi jalani saja pelan-pelan, lakukan yang terbaik setiap hari,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak semua proses harus berjalan cepat.

“Tidak harus selalu cepat. Yang penting terus mencoba dan tidak berhenti berusaha.”

Kisah Yossi menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari jalur konvensional. Dari ide sederhana berupa board game, ia mampu menorehkan prestasi, meraih IPK sempurna, hingga berdiri di podium wisuda sebagai yang terbaik.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow