Berdasarkan data distribusi lalu lintas, mayoritas kendaraan yang meninggalkan Jabotabek mengarah ke wilayah Timur, yakni Trans Jawa dan Bandung. Tercatat sebanyak 161.546 kendaraan atau 46,9 persen bergerak ke arah tersebut.
Sementara itu, 97.105 kendaraan atau 28,2 persen menuju arah Barat (Merak), dan 85.559 kendaraan atau 24,9 persen mengarah ke Selatan (Puncak).
Rincian distribusi lalu lintas sebagai berikut:
Arah Timur (Trans Jawa dan Bandung):
- Kendaraan menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat 74.442 kendaraan, naik 15,7 persen dibandingkan lalin normal.
- Kendaraan menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 87.104 kendaraan, meningkat 29,1 persen dari kondisi normal.
Total kendaraan menuju arah Timur mencapai 161.546 kendaraan, atau naik 22,5 persen dari lalu lintas normal.
Arah Barat (Merak):
- Kendaraan melalui GT Cikupa tercatat 97.105 kendaraan, lebih rendah 5,7 persen dibandingkan lalin normal.
Arah Selatan (Puncak):
- Kendaraan melalui GT Ciawi mencapai 85.559 kendaraan, meningkat 10,6 persen dari kondisi normal.
Menutup keterangannya, Rivan mengingatkan pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem.
“Selain merencanakan perjalanan dengan baik, kami juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, khususnya saat kondisi hujan yang dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko berkendara mengingat prediksi curah hujan menengah hingga tinggi yang diprediksi oleh BMKG terjadi mulai Januari hingga Februari 2026,” tutup Rivan.
Jasa Marga juga mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi pengendara dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memasuki jalan tol, memeriksa kecukupan BBM dan saldo uang elektronik, memanfaatkan rest area untuk beristirahat, serta selalu memantau informasi lalu lintas terkini melalui aplikasi Travoy dan mematuhi arahan petugas di lapangan.












