Health  

Layanan Thalassemia di Banyumas Didorong Lebih Nyaman

Layanan Thalassemia di Banyumas Didorong Lebih Nyaman, Bupati Sadewo: Rumah Sakit Harus Jadi “Rumah Kedua”. Foto: Pemkab Banyumas

Pernyataan ini menunjukkan pendekatan pelayanan kesehatan yang lebih humanis, tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga kenyamanan psikologis pasien.

Kepala Ruang Thalasemia RSUD Banyumas, Susilowati, memaparkan bahwa saat ini terdapat 613 pasien thalassemia yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

“Saat ini terdapat 38 bed di RSUD Banyumas, dan untuk fasilitas alhamdulillah sudah lengkap, untuk ruang perpustakaan sudah kami siapkan. Tinggal mengisi rak-rak dengan buku,” ujarnya.

Dari total pasien, mayoritas merupakan anak-anak.

“Kalau hari Sabtu pasien bisa mencapai 40 karena kan hari libur sekolah ya. Tapi masih aman dan dapat kami kondisikan,” ucapnya.

Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan layanan thalassemia di Banyumas cukup tinggi, terutama pada kelompok usia anak. Kondisi tersebut menuntut kesiapan fasilitas, ketersediaan darah, serta tenaga medis yang memadai.

Ketua YTI Banyumas, Nuraeni Tri Haryanti Sadewo, menyampaikan bahwa kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat jejaring kolaborasi lintas sektor.

“Melalui kepengurusan yang baru ini, kami berharap Yayasan Thalassaemia Indonesia cabang Banyumas dapat semakin terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi. Sinergi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, serta masyarakat luas menjadi kunci agar upaya yang kita lakukan dapat berjalan searah dan saling menguatkan,” ungkapnya.

Ke depan, YTI tidak hanya berfokus pada pendampingan pasien, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan sosial yang inklusif bagi penyandang thalassemia.

“Agenda kedepan kami akan membicarakan mengenai program-program pada kepengurusan yang baru,” ungkapnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow