Laporan Pangan Mentan Amran Saat Bencana Tuai Apresiasi Presiden

Dalam laporannya di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025), Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat memastikan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak bencana tetap terpenuhi. Foto: BPMI Setpres

Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari lonjakan ekspor. Hingga Agustus 2025, ekspor pertanian tercatat tumbuh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ekspor pertanian naik 42 persen sampai Agustus, dan sampai Desember diperkirakan naik 33 sampai 35 persen,” ujarnya.

Dari sisi produksi, Mentan Amran menyampaikan bahwa produksi beras nasional meningkat pesat dan bahkan melampaui target yang ditetapkan Presiden. Data tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Produksi beras meningkat 4,17 juta ton. Insyaallah dua minggu kemudian kita bisa umumkan Indonesia swasembada pangan dan tercepat mencapai swasembada pangan di tanggal 1 Januari,” ujarnya.

Stok beras nasional pun disebut berada di level tertinggi dalam sejarah modern Indonesia, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk saat ini.

“Stok kita mulai tahun 1969 sampai 2025, insyaallah di akhir tahun mencapai 3,7 juta ton. Dulu tahun 1984 stok kita 3 juta ton dan penduduk saat itu hanya 161 juta. Sekarang penduduk 286 juta, stok kita 3,7 juta ton,” papar Mentan Amran.

Pada sektor pupuk, Mentan Amran melaporkan keberhasilan reformasi kebijakan yang berdampak pada peningkatan volume sekaligus penurunan harga, tanpa membebani anggaran negara.

“Pupuk kita volumenya bertambah 700 ribu ton, harganya turun 20 persen. Revitalisasi sudah berjalan dua bulan. Ini tidak menambah anggaran, hanya merubah regulasi yang ada,” jelasnya.

Menutup laporannya, Mentan Amran mengungkap bahwa Kementerian Pertanian baru saja menerima penghargaan dari FAO. Ia menilai kebijakan Indonesia yang tidak lagi mengimpor beras turut memberi dampak positif secara global.

“Kementerian Pertanian berkontribusi pada dunia. Saat kita impor, harga beras dunia 650 dolar per ton, sekarang 340 dolar atau turun 42 persen. Karena Indonesia tidak lagi impor, harga pangan dunia ikut turun,” pungkas Mentan Amran.

Paparan menyeluruh tersebut menjadi momen penting dalam Sidang Kabinet Paripurna 2025. Tepuk tangan Presiden Prabowo Subianto dan para menteri menandai apresiasi atas kinerja sektor pertanian yang dinilai berhasil menjaga ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow