BANYUMAS, MyInfo.ID – Upaya pencarian seorang warga lanjut usia yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, masih belum membuahkan hasil hingga hari kedua operasi. Tim SAR gabungan terus menyisir lokasi dengan berbagai metode, meski dihadapkan pada medan hutan yang sulit dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Komandan Tim Rescue, Amin Riyanto, menjelaskan bahwa fokus pencarian pada hari kedua diarahkan pada area terakhir survivor terlihat oleh saksi. Strategi pencarian disesuaikan dengan kebiasaan korban yang dikenal tidak biasa masuk terlalu jauh ke dalam kawasan hutan.
“Area pencarian pada hari kedua berfokus pada titik terakhir survivor terlihat oleh saksi dengan radius 1km. Menimbang informasi dari saksi dan masyarakat bahwa kebiasaan survivor tidak pernah masuk terlalu jauh ke dalam hutan” ujar Amin Riyanto selaku Komandan Tim Rescue dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan kronologi, kejadian bermula pada Sabtu (11/01) sekitar pukul 07.00 WIB, saat survivor berangkat mencari kayu bakar ke kawasan hutan Desa Karang Kemiri. Sehari kemudian, Minggu (10/01) sekitar pukul 10.00 WIB, seorang saksi sempat melihat keberadaan survivor di area hutan desa tersebut. Namun hingga lebih dari 24 jam berselang, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Warga bersama pemerintah desa setempat telah melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi terakhir survivor terlihat. Karena belum ditemukan hasil, Pemerintah Desa Karang Kemiri kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Cilacap melalui Unit Siaga SAR Banyumas.
Korban diketahui bernama Kardan (78/L), warga Desa Karang Kemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.
Dalam operasi hari kedua, tim SAR membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU-1 dan SRU-2 melakukan penyisiran darat menggunakan metode Hasty Search dan Open Grid, sementara SRU-3 melakukan pemantauan dari udara dengan memanfaatkan UAV Thermal Drone untuk mendeteksi panas tubuh di area yang sulit dijangkau secara manual.
Meski berbagai metode telah diterapkan, hingga akhir hari kedua pencarian belum ditemukan tanda-tanda keberadaan survivor. Operasi SAR pun dipastikan berlanjut ke hari ketiga dengan evaluasi perluasan area pencarian.
Amin Riyanto mengakui, kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.
“Kendala dan tantangan tim di lapangan adalah vegetasi yang rapat, dan cuaca yang tak menentu. Besar harapan semoga survivor yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan”, tutup Amin Riyanto.












