Untuk memastikan pelatihan benar-benar aplikatif, Kampung Inggris UMP melibatkan mahasiswa internasional dari berbagai negara, seperti Sudan, Filipina, Pakistan, Palestina, dan Yaman. Para mahasiswa tersebut berperan sebagai mitra praktik komunikasi langsung, sehingga peserta dapat berinteraksi secara nyata layaknya melayani wisatawan asing.
Kolaborasi ini mendapat sambutan positif dari unsur wilayah setempat. Iswanto, perwakilan tuan rumah kegiatan, menilai penguasaan bahasa Inggris kini menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku UMKM dan pengelola destinasi wisata di Banyumas.
“Wisatawan asing ke Banyumas semakin beragam. Bahasa Inggris menjadi pintu utama agar pelaku UMKM dan wisata bisa berkomunikasi dan mengembangkan usahanya,” kata Iswanto.
Ia juga mengapresiasi semangat peserta yang mengikuti pelatihan di tengah kesibukan usaha sehari-hari. Iswanto berharap program seperti ini dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi bagian dari identitas pengembangan wisata edukatif di kawasan Kota Lama Banyumas.
Pelatihan English That Sells dikemas dengan metode pembelajaran ringan, berbasis praktik lapangan, dan disesuaikan dengan kebutuhan riil pelaku UMKM dan wisata. Materi meliputi cara menyapa wisatawan, menawarkan produk, hingga percakapan sederhana yang sering digunakan dalam aktivitas pariwisata sehari-hari.
Melalui program ini, Kampung Inggris UMP tidak hanya menghadirkan pembelajaran bahasa, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi lokal agar UMKM Banyumas lebih siap bersaing di tengah arus pariwisata global.












