Meski demikian, Rektor menegaskan bahwa para mahasiswa tetap diwajibkan menjalankan program pemberdayaan masyarakat sesuai bidang keilmuan masing-masing. Seluruh kegiatan KKN diharapkan berjalan sinergis dengan pemerintah desa, pesantren, serta unsur masyarakat setempat.
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menyambut baik kehadiran mahasiswa UNU Purwokerto di wilayahnya. Ia menilai KKN merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga melalui kegiatan KKN ini, saudara-saudara mendapatkan pengalaman nyata di lapangan yang tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan saja, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Lintarti, tema KKN yang diusung pada periode ini, yakni “penguatan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai aswaja melalui sinergi perguruan tinggi, desa, dan pondok pesantren”, dinilai sangat selaras dengan karakter sosial dan budaya masyarakat Banyumas.
“Kehadiran mahasiswa KKN di Desa-Desa yang berbasis pesantren ini, kami harapkan mampu menjadi penguat peran pondok pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati juga meminta dukungan dari jajaran Forkompimcam di masing-masing wilayah agar program dan kegiatan mahasiswa KKN dapat berjalan lancar, aman, dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, dan pemerintah daerah ini, KKN UNU Purwokerto diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga berkontribusi nyata dalam penguatan nilai keagamaan, sosial, dan pembangunan masyarakat desa di Kabupaten Banyumas.












