Kurniawan juga mengajak masyarakat untuk melepaskan rasa sakit hati, penyesalan, marah, rasa takut benci dan lupakanlah luka agar dapat merasakan cinta Ilahi.
“Bahwa kehadiran orang orang disekitar kita itu, baik keluarga, sahabat atau orang yang baru kita kenal adalah teman seperjalanan dan teman bertumbuh berkembang,” ujar Kurniawan.
Ia menegaskan bahwa seluruh manusia adalah keturunan Adam dan Hawa, diciptakan oleh satu Tuhan. Perbedaan hanya terletak pada cara masing-masing agama menyebut-Nya.
Menyikapi keberagaman agama, Kurniawan memiliki prinsip yang ia pegang teguh, yakni bagimu agamamu, tapi bagiku kau adalah saudaraku.
Urusan perbedaan agama, kata dia silahkan dijalankan menurut keyakinan masing masing, tapi urusan persaudaraan dan kemanusiaan tetap terjalin erat dalam harmoni.
“Percayalah bahwa kita semua sejatinya bersaudara, keturunan Adam dan Hawa, jadi dalam menyikapi perbedaan agama, konsepnya yang sejuk adalah ‘bagimu agamamu, bagiku kau adalah saudaraku’,” tutup Kurniawan.
Lirik lagu Tuhan Kita Satu
Langit biru bicara
Kita semua dari-Nya
Tak peduli warna kulitmu
Cinta Tuhan tak pernah ragu
Dalam doa terucap pelan
Beda jalan tetap teman
Tangan terulur tanpa henti
Kita berdiri dalam harmoni
Tuhan kita sama cintanya luas
Melampaui dinding batas
Jangan takut mari percaya
Kasih-Nya pelangi dunia
Biarlah hati jadi rumah
Tempat baik tumbuh mekar indah
Tak ada ruang untuk benci
Cahaya Tuhan buat berseri
Berbeda itu suara indah
Bagai alam bernyanyi megah
Hidup dalam saling terima
Rangkul semua lupakan luka
Tuhan kita sama cintanya luas
Melampaui dinding batas
Jangan takut mari percaya
Kasih-Nya pelangi dunia
Melalui lagu “Tuhan Kita Satu”, IMJ Jawa Tengah mencoba membuktikan bahwa musik bukan hanya hiburan, melainkan juga medium edukasi dan kampanye sosial. Di tengah tantangan intoleransi dan radikalisme, karya ini diharapkan menjadi pengingat bahwa damai dan persaudaraan adalah pilihan yang bisa diperjuangkan bersama.












