Kisah Dosen Unsoed Menjalani Puasa Hingga 18 Jam di Negara Minoritas Muslim

Wilda Khafida, dosen Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Foto: Dok Pribadi

Sebaliknya, saat musim dingin atau winter, kondisi cuaca bisa sangat ekstrem. Suhu udara bahkan dapat mencapai minus 20 derajat Celsius. Untuk beraktivitas di luar ruangan, ia harus mengenakan tiga hingga empat lapis pakaian.

Agar tubuh tetap bugar selama berpuasa, Wilda memilih mengonsumsi makanan yang kaya protein dan lemak agar energi tubuh tetap terjaga.

Meski berada di negara dengan populasi Muslim yang kecil, Wilda menyebutkan bahwa makanan halal relatif mudah ditemukan di beberapa kota besar Polandia.

“Halal food, banyak tersedia di kota Warsawa, Krakow dan Gdansk, disana terdapat daging bersertifikat halal, di Polandia juga banyak terdapat restoran vegan, restoran Turki, Arab dan Timur Tengah yang dapat dijadikan alternatif pilihan”.

Selain restoran Timur Tengah, pilihan makanan vegan juga menjadi alternatif bagi umat Muslim yang ingin memastikan kehalalan makanan.

Sejarah Islam di Polandia sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Kehadiran komunitas Muslim di negara tersebut tercatat sejak tahun 1683 melalui kelompok Muslim Tatar, yang menjadi komunitas Muslim tertua di Polandia.

Seiring waktu, fasilitas ibadah dan pusat kegiatan Islam mulai berkembang di beberapa kota besar. Salah satunya terdapat di Gdansk, yang memiliki Islamic Center sebagai pusat aktivitas komunitas Muslim.

Selama Ramadan, Islamic Center di berbagai kota biasanya mengadakan berbagai kegiatan seperti pengajian rutin, shalat tarawih, hingga pembagian takjil yang bahkan juga diberikan kepada masyarakat non-Muslim.

Menariknya, beberapa pusat kegiatan Islam tersebut juga dilengkapi dapur bersama serta area bermain anak sehingga komunitas Muslim dapat berkumpul dan beraktivitas bersama keluarga.

Pengalaman menjalani Ramadan di Polandia juga dibagikan Wilda kepada mahasiswa melalui kajian Ramadan di Masjid Kampus Nurul Ulum Unsoed pada Minggu, 8 Maret 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Muslim di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman, yang antusias mendengarkan kisah kehidupan Muslim di negara minoritas.

Ramadan pertama Wilda di Polandia terjadi pada Juni 2018. Kini, pengalaman tersebut terasa lebih hangat karena ia menjalani ibadah puasa bersama keluarga. Suaminya juga sedang menempuh studi doktoral di Jagiellonian University di Krakow, sehingga mereka dapat menjalani Ramadan bersama di negeri Eropa tersebut.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow