Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha sangat penting dalam mendukung pencapaian target pembangunan, terutama di sektor pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas kesehatan, serta penguatan kapasitas masyarakat.
Penyusunan Renstra TJSL yang terintegrasi dengan RPJMD diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat Cilacap secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, program TJSL Kilang Cilacap diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan pesisir dan sekitar kilang, peningkatan layanan kesehatan, pembinaan serta pengembangan UMKM, hingga upaya mitigasi risiko bencana.
Selain itu, perusahaan juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat lokal, termasuk kelompok rentan, agar lebih mandiri, memiliki daya saing, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Wahyu berharap Renstra TJSL KPI RU IV Cilacap Tahun 2026–2030 dapat menjadi dokumen strategis yang menjadi acuan perencanaan dan pelaksanaan program TJSL, sekaligus menciptakan nilai bersama (shared value) bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.
Kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan kehadiran 14 stan mitra binaan Kilang Cilacap yang memamerkan produk unggulan. Salah satunya Bank Sampah Abhipraya Kutawaru, Cilacap Tengah, yang menampilkan produk inovatif berupa wellbag, polybag ramah lingkungan berbahan daun nipah atau welit.
GM Kilang Cilacap dan Bupati Cilacap juga berkesempatan mencoba langsung proses pembuatan anyaman wellbag bersama para perajin dari Bank Sampah Abhipraya.













