Keduanya membekali peserta dengan strategi membangun citra usaha yang profesional melalui media sosial, penguatan konten visual, dan teknik pengelolaan interaksi digital dengan pelanggan. Priyo menekankan pentingnya kualitas tampilan digital untuk menarik minat pasar, sementara Sigit membagikan pengalaman bahwa digital branding mampu meningkatkan penjualan sekaligus membangun loyalitas konsumen.
Selain pelatihan, pengunjung dapat menikmati pameran produk UMKM binaan, mulai dari kerajinan, fesyen, hingga kuliner. Pameran ini menjadi sarana promosi langsung dan mempertemukan produsen dengan konsumen untuk memperluas jangkauan pasar.
Sebanyak 18 UMKM berpartisipasi, di antaranya Kopi Kuna, Surya Enjang, Agrominafiber Handicraft, Jamune Mba Nur, Baby Fish Crips Yu Klenteng, Almuqoddaz Arsy Indonesia, Makery Snack, Emping Bumbu Prima Komala, Enny Queen Snack & Bakery, Sriping Pisang Griya Kriuk, Dapur CSP, Haika Kaktus, Kiye Ecoprint, Kampoeng Kepiting, Batik Rajasa Mas, Kopi Mbekayu, Zamira Griya Cantik, dan Kreasi Rizky.
Kilang Cilacap berharap UMK Academy Regional 2025 dapat menjadi katalis penguatan UMKM agar tumbuh mandiri, inovatif, dan berkelanjutan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan.













