Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak yang memastikan operasional kilang tetap selaras dengan prinsip ramah lingkungan dalam mendukung kebutuhan energi nasional.
Di balik penghargaan tersebut, terdapat inovasi sosial yang menjadi sorotan, salah satunya program Bank Sampah Abhipraya yang merupakan bagian dari inisiatif Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU).
Program ini dijalankan di wilayah Kutawaru, kawasan pesisir yang terpisah dari pusat Kota Cilacap oleh perairan Segara Anakan, sehingga memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan bahwa program ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat setempat.
“Program ini hadir sebagai solusi atas tantangan pengelolaan sampah di wilayah yang secara geografis terpisah dari pusat Kota Cilacap oleh perairan Segara Anakan,” jelasnya.
Melalui program ini, masyarakat tidak hanya diajak menjaga lingkungan, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi. Sampah rumah tangga yang sebelumnya menjadi masalah kini diolah menjadi produk bernilai jual hingga tabungan.
Dukungan fasilitas seperti mesin pencacah plastik, komposter, hingga alat daur ulang, serta pelatihan berkelanjutan, membuat program ini mampu berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.
Keberhasilan Kilang Cilacap menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak harus menjadi beban bagi industri. Sebaliknya, dengan pendekatan yang tepat, keberlanjutan justru dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Program seperti Bank Sampah Abhipraya menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang ekonomi.













