“Masih banyak teman kalian yang juga ingin diterima oleh masyarakat dan mendapatkan pekerjaan seperti kalian. Jadi bersyukurlah dan bekerjalah dengan sepenuh hati,” lanjutnya.
Fatma juga menyampaikan harapannya agar ke depan MAP dan perusahaan lain tidak hanya membuka kesempatan bagi tunarungu, tetapi juga bagi penyandang disabilitas lainnya, seperti tuna daksa atau difabel dengan keterbatasan mobilitas.
Senada dengan Fatma, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati Kurniasih, menyebut bahwa kerja sama dengan PT MAP merupakan awal dari program yang lebih besar.
“Kami berharap kolaborasi ini bisa terus berlanjut. Masih banyak kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas, di berbagai wilayah Indonesia yang membutuhkan perhatian dan peluang kerja,” kata Mira.
Mira menambahkan bahwa Kemensos telah menjalankan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), yang fokus pada peningkatan akses kerja dan pengembangan usaha mikro bagi penyandang disabilitas. Program ini diarahkan agar kelompok rentan bisa meningkatkan pendapatan dan keluar dari garis kemiskinan.
“Kami terus mengembangkan kolaborasi dengan dunia usaha. Tidak mungkin hanya Kemensos sendiri yang bisa menuntaskan masalah kemiskinan atau membuka akses kerja bagi penyandang disabilitas. Dibutuhkan dukungan sektor swasta, seperti MAP, untuk bersama-sama membangun inklusi sosial,” ujarnya.
Dukungan kuat datang dari pendiri sekaligus CEO PT MAP Tbk, Virendra Prakash Sharma. Dalam acara peluncuran Kick Off MAP Impact di MAP Retail Academy Campus, Sahid Sudirman Centre Jakarta, Kamis (31/7/2025), ia menegaskan bahwa perusahaan memiliki visi besar untuk menciptakan ruang kerja yang setara dan terbuka bagi semua kalangan.
“Kami percaya pada masyarakat yang inklusif. Setiap orang layak mendapatkan kesempatan kerja yang sama, dan itu yang sedang kami bangun di MAP,” ujar Sharma.
“Kami menyambut 11 teman baru sebagai bagian dari keluarga besar MAP. Ke depan, kami akan membuka lebih banyak lagi peluang kerja bagi penyandang disabilitas,” imbuhnya.
Sharma juga menyampaikan bahwa MAP akan berinvestasi pada pelatihan dan pengembangan profesional, baik secara daring maupun langsung, demi memastikan para karyawan disabilitas dapat berkembang secara optimal dalam dunia kerja.













