“Perhatian dan komitmen Presiden ini tentunya semakin memotivasi seluruh stakeholder yang terlibat di dalam ekosistem olahraga prestasi untuk memberikan yang terbaik demi Merah Putih. Termasuk para atlet yang keberangkatannya ke setiap event adalah menjadi duta bangsa,” tegas Menpora.
Untuk merealisasikan agenda besar ini, Kemenpora telah mempersiapkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga agar perencanaan dan pembangunan pusat pelatihan nasional dapat berjalan efektif dan terintegrasi.
“Yang terpenting kita harus bersatu merencanakan dan mewujudkan ini, sehingga pembinaan berjenjang dan jangka panjang nanti dilakukan secara konsisten dan berujung prestasi. Ini mimpi besar kita semua,” papar Erick.
Selain pembangunan pusat pelatihan, Kemenpora juga telah menyampaikan kepada Presiden daftar 17 cabang olahraga unggulan yang akan menjadi fokus pembinaan jangka menengah dan panjang menuju Olimpiade 2028. Penetapan cabang olahraga ini didasarkan pada kajian mendalam yang mempertimbangkan potensi perolehan medali, rekam jejak prestasi di tingkat internasional, kesiapan pembinaan nasional, serta prospek kompetitif di masa depan.
Beberapa cabang olahraga yang masuk dalam daftar unggulan antara lain atletik, senam, renang, bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola yang transparan dan berorientasi pada prestasi, Kemenpora menyiapkan mekanisme promosi-degradasi antarcabang olahraga unggulan. Skema ini dirancang untuk mendorong setiap cabang olahraga terus berkompetisi secara sehat dan konsisten memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.












