Kemenkeu dan BI Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter 2026, Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi. Foto: Freepik

Pelaksanaan kebijakan moneter ditempuh melalui strategi operasi moneter pro-market. Bank Indonesia akan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan mengelola suku bunga, volume instrumen moneter, serta melakukan transaksi pembelian dan penjualan SBN di pasar sekunder.

Transaksi tersebut dilakukan secara terukur dan tetap berpegang pada prinsip kebijakan moneter yang berhati-hati, sehingga konsisten dengan upaya menjaga inflasi dalam kisaran target dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Skema Debt Switch dan Disiplin Pasar

Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia juga menyepakati bahwa penerbitan SBN oleh pemerintah dan pembelian SBN dari pasar sekunder oleh Bank Indonesia akan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian, disiplin, serta menjaga integritas pasar.

Pembelian SBN oleh Bank Indonesia akan dilakukan dari pelaku pasar serta melalui mekanisme pertukaran utang secara bilateral (bilateral debt switch) dengan pemerintah. Instrumen yang dipertukarkan tetap bersifat tradeable dan menggunakan harga pasar sesuai mekanisme yang berlaku.

Untuk tahun 2026, transaksi debt switch direncanakan sebesar Rp173,4 triliun, menyesuaikan dengan jumlah SBN yang jatuh tempo. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap terhadap SBN yang dimiliki Bank Indonesia dengan penyelesaian sebelum jatuh tempo. Mekanisme serupa sebelumnya telah diterapkan pada 2021, 2022, dan 2025.

Transparansi dan Koordinasi Berkelanjutan

Kedua institusi sepakat bahwa seluruh proses penerbitan dan pembelian SBN harus dilakukan secara transparan, akuntabel, serta sesuai tata kelola yang kuat. Koordinasi akan terus diperbarui secara berkala dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi dan pasar keuangan, baik domestik maupun global.

Sinergi erat antara kebijakan fiskal dan moneter dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas fiskal, stabilitas moneter termasuk nilai tukar Rupiah dan inflasi serta stabilitas sistem keuangan. Dengan koordinasi yang solid, pemerintah optimistis fondasi ekonomi nasional tetap kuat untuk menopang pertumbuhan yang berkelanjutan pada 2026 dan seterusnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow