Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene, menyebut keberhasilan program BTI tidak lepas dari peran satuan pendidikan dalam mengenali potensi murid sejak dini serta pendampingan yang konsisten dari pemandu talenta.
“Pencapaian peningkatan literasi sains tahun 2025 khususnya untuk peserta murid di wilayah timur menunjukkan bahwa Bina Talenta Indonesia dapat mendukung visi Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pada pelaksanaan BTI 2026, pemerintah akan memperkuat kualitas pembinaan serta memperbaiki sistem seleksi dan integrasi data talenta.
“Oleh karena itu, pada BTI 2026 kami mendorong penguatan pada aspek kualitas pembinaan, transparansi seleksi, serta integrasi data talenta agar pembinaan tidak berhenti pada ajang, tetapi berlanjut sebagai proses pengembangan jangka panjang,” ujarnya.
Pada tahun 2026, program BTI difokuskan bagi siswa SMA, SMK, MA, dan sederajat dengan sistem pembinaan bertingkat untuk menyesuaikan kemampuan peserta.
Program ini menargetkan 3.000 peserta, yang terdiri dari 840 siswa tingkat mahir serta 2.160 peserta tingkat menengah yang melibatkan murid dan pemandu talenta.
Pendaftaran program dibuka mulai 6 Maret hingga 2 April 2026, sementara kegiatan pelatihan akan dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi mitra pada Juli hingga Agustus 2026.
Melalui program ini, Kemendikdasmen berharap ekosistem pembinaan talenta di Indonesia semakin kuat sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif di masa depan.













