Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag, Muhammad Adib Abdushomad, atau yang akrab disapa Gus Adib, menjelaskan bahwa Silatnas tahun ini menghadirkan sejumlah agenda strategis selama tiga hari pelaksanaan.
Salah satu sesi unggulan adalah brainstorming bersama para pemimpin lembaga keagamaan nasional, seperti Ketua Umum MUI, PGI, KWI, PHDI, PERMABUDHI, dan MATAKIN, yang akan membahas topik “Agama, Kedamaian, dan Harmoni Indonesia.”
“Di akhir sesi tersebut, direncanakan pembacaan Deklarasi Damai Nasional, yang akan menjadi acuan moral dan komitmen bersama dalam memperkuat toleransi antarumat beragama di seluruh tanah air,” terang Kepala PKUB yang akrab disapa Gus Adib ini.
Forum ini juga akan menggelar empat sidang komisi yang fokus pada isu-isu utama dalam penguatan kerukunan umat beragama di Indonesia, yaitu:
- Inklusivitas Keberagaman dalam Penguatan Kerukunan,
- Peran dan Fungsi Strategis Pemerintah Daerah dalam Penguatan FKUB,
- Penguatan Kapasitas dan Kontribusi Aktor serta Lembaga Kerukunan, dan
- Harmonisasi Umat Beragama: Isu Pendirian Rumah Ibadat, Rumah Doa, dan Praktik Keagamaan.
Sidang komisi ini ditujukan untuk menggali masukan dari akar rumput hingga tingkat nasional agar rumusan yang dihasilkan dapat relevan dan aplikatif di lapangan.
Berbagai tokoh penting dijadwalkan hadir dan memberikan arahan dalam forum ini. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menko Polhukam, Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Sekretaris Negara, serta tokoh-tokoh masyarakat seperti Alissa Wahid, perwakilan PP Muhammadiyah, PPIM UIN Jakarta, dan para pemimpin majelis tinggi lembaga keagamaan nasional.
Silaturahmi Nasional ini juga menjadi bagian dari konsolidasi delapan program prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama. Beberapa di antaranya meliputi penguatan kelembagaan keagamaan, penanaman nilai-nilai kemanusiaan universal, serta peningkatan kerja sama lintas iman sebagai pilar utama perdamaian dan pembangunan nasional.













