JAKARTA, MyInfo – Pemerintah Kabupaten Cilacap terus memperkuat strategi pemerataan pembangunan melalui penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk kawasan perkotaan Maos dan Majenang. Dokumen perencanaan tersebut dibahas dalam forum pembahasan Rancangan Peraturan Kepala Daerah yang digelar secara luring dan daring di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2025).
Wakil Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menegaskan bahwa penataan ruang menjadi instrumen penting dalam mengarahkan pembangunan daerah secara lebih merata dan berkelanjutan.
“Penataan ruang bukan sekadar peta wilayah, tetapi instrumen pembangunan yang harus memastikan pemerataan dan keberlanjutan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Cilacap sebagai daerah terluas di Jawa Tengah telah ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Keberadaan Kilang Pertamina RU IV serta PLTU Cilacap memperlihatkan besarnya kontribusi Cilacap terhadap sektor energi dan industri nasional. Selain itu, capaian ekonomi daerah juga menunjukkan tren positif, tercermin dari PDRB yang terus meningkat dengan tingkat ketimpangan (Gini Ratio) sebesar 0,32 pada 2021.
“Cilacap memiliki kontribusi vital dalam pasokan energi Jawa–Bali. Ini harus kita dukung dengan penataan ruang yang tepat,” katanya.
Penguatan Konektivitas dan Peran Ekonomi Kawasan
Ammy juga menyoroti peran penting pembangunan jaringan infrastruktur, seperti Tol Cilacap–Yogyakarta dan Tol Pejagan–Cilacap, yang akan semakin menguatkan posisi Cilacap sebagai simpul ekonomi strategis di jalur selatan Jawa. Konektivitas yang kuat diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan yang lebih merata ke seluruh wilayah.
Dalam rapat koordinasi ini, RDTR Maos dan Majenang menjadi fokus utama pembahasan, mengingat keduanya merupakan kawasan strategis dalam pelayanan wilayah Cilacap. Maos ditetapkan sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) dengan orientasi pada pengembangan sektor perdagangan jasa serta pertanian. Dari luas total 1.883,10 hektare, sebanyak 61,35 persen wilayahnya dialokasikan untuk lahan tanaman pangan.
“Dominasi lahan pangan ini menunjukkan komitmen kami dalam memperkuat Agropolitan,” kata Ammy.
Majenang Sebagai Penopang Ketahanan Pangan Cilacap Barat
Di sisi lain, Majenang diarahkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dengan basis pembangunan kawasan pertanian. Lebih dari separuh luas wilayahnya difokuskan untuk produksi tanaman pangan. Hal ini menjadikan Majenang sebagai salah satu motor ketahanan pangan di wilayah barat Cilacap.
Ammy menegaskan bahwa penguatan struktur ruang berbasis pertanian di Maos dan Majenang merupakan kebijakan strategis jangka panjang.
“Melalui penguatan fungsi Maos sebagai kawasan pertanian–jasa dan Majenang sebagai kawasan agropolitan, kami yakin Cilacap dapat menjadi simpul ekonomi nasional di Jawa bagian selatan,” pungkasnya.












