MyInfo.ID – Sepuluh hari terakhir Ramadan menjadi periode yang paling dinantikan umat muslim di seluruh dunia, diantaranya dengan mempersiapkan diri meraih malam paling mulia, yaitu Lailatul Qadar. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada momen ini adalah itikaf.
Secara sederhana, itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, disertai syarat-syarat tertentu. Meski bisa dilakukan kapan saja, iktikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan punya keutamaan luar biasa.
Penasaran bagaimana tata cara dan keutamaannya? Yuk, simak panduan lengkapnya!
Apa Itu Itikaf dan Bagaimana Cara Melakukannya?
Itikaf adalah ibadah sunnah yang dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid (atau musala) untuk fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini tidak terikat waktu tertentu, bisa sebentar atau lama, selama niatnya ikhlas karena Allah.
Bagi kamu yang ingin melakukannya di rumah, pastikan ada ruangan khusus yang bersih dan wangi, seperti musala rumah. Baik laki-laki maupun perempuan diperbolehkan itikaf di rumah. Selama itikaf, isi waktu dengan berbagai ibadah seperti membaca Al-Qur’an, salat sunnah, salat taubat, berzikir, dan muhasabah (introspeksi diri).
Adapun niat itikaf di rumah adalah:
“Nawaitu al-i’tikâfa fî hâdza al-makâni lillâhi ta’âlâ.”
Artinya: Aku berniat itikaf di tempat ini karena Allah ta’ala.
Keutamaan Itikaf di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
1. Menyambut Malam Lailatul Qadar
Tidak ada seorang pun yang tahu persis kapan Lailatul Qadar datang. Namun, Rasulullah SAW mengabarkan bahwa malam yang lebih baik dari seribu bulan ini terjadi pada 10 malam terakhir Ramadan. Oleh karena itu, iktikaf di momen ini adalah cara terbaik untuk tidak melewatkan keistimewaan tersebut.
2. Mengikuti Kebiasaan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW selalu melakukan itikaf selama 10 hari terakhir bulan puasa hingga beliau wafat. Dengan beritikaf, kita berarti menghidupkan sunnah dan meneladani kebiasaan Nabi tercinta.

3. Dijauhkan dari Api Neraka
Dalam riwayat Thabrani dan Baihaqi disebutkan, siapa pun yang melakukan iktikaf karena mengharap ridha Allah, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka sejauh tiga parit. Sungguh janji yang luar biasa bagi hamba-Nya yang beriman.












