“Pemilihan Gelar Alam karena kawasan tersebut sebagai penghasil padi, penopang program ketahanan pangan yang merupakan program Astacita Presiden Prabowo Subianto,” kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, di Osaka Expo 2025, Rabu (13/8/2025).
Menkomdigi menegaskan, teknologi tidak seharusnya dianggap ancaman bagi budaya. Sebaliknya, jika digunakan secara bijak, teknologi dapat menjadi mitra untuk menjaga sekaligus memperluas nilai-nilai kehidupan masyarakat adat.
Kolaborasi Kafin Sulthan, DJ Hendra, dan Batavia Dancers menghidupkan cerita ini di panggung. Koreografi memadukan gerakan tradisional dengan tarian modern, musik daerah diaransemen ulang, serta visual digital yang membawa penonton dari tanah kelahiran budaya menuju cakrawala inovasi.
Pertunjukan “JIWA” ditampilkan di Paviliun Indonesia padaa 13 Agustus 2025 pukul 17.30 dan 19.30 serta 14 Agustus 2025 pukul 16.00 dan 18.00.
Osaka Expo 2025 menjadi ajang strategis untuk menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya tujuan wisata atau pemasok sumber daya alam, melainkan negara yang mampu menyatukan kearifan masa lalu dengan semangat inovasi masa depan.
Seperti disampaikan Menkomdigi, “Budaya adalah jati diri kita, teknologi adalah kendaraan kita, dan panggung dunia adalah ruang kita untuk bersuara.”
Dengan menggabungkan kekuatan tradisi dan teknologi, Indonesia tidak hanya tampil di panggung dunia, tetapi juga menegaskan diri sebagai bangsa yang siap memimpin dialog global tentang masa depan yang berakar pada kearifan lokal.












