Ziarah dalam Islam dan Makna Spiritual Nyekar
Dalam ajaran islam, ziarah kubur memiliki nilai positif sebagai pengingat akan kefanaan hidup. Dari sisi ritual, tradisi “nyekar” dipandang selaras dengan semangat tersebut.
“Sehingga, dari sisi ritual, tradisi “nyekar” ini merupakan hal yang sangat positif, di samping sebagai wahana memperkuat tali salaturrahmi “lintas-alam” juga menjadi sarana mempertebal keimanan akan kehidupan setelah dunia.”
Makna tradisi nyekar pun tidak berhenti pada aspek keagamaan semata. Ia juga menyentuh dimensi sosial, budaya, bahkan ekonomi. Aktivitas ini menjadi ruang bertemunya keluarga besar, mempererat silaturahmi, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar makam.
Lebih jauh lagi, tradisi ini dapat dimaknai sebagai refleksi diri. Melalui nyekar, seseorang diajak merenungkan asal-usul kehidupannya, mengenang jasa orang tua dan leluhur, serta menyadari perjalanan hidup yang telah dilalui.
“Nyekar” bukan hanya realitas dari praktik keagamaan atau kepercayaan, tetapi bahkan lebih luas dari itu, tradisi “nyekar” melibatkan ranah kebudayaan, sosial, bahkan ekonomi.
Dengan pemaknaan yang lebih mendalam, nyekar menjadi momentum untuk mengingat dari mana seseorang berasal dan bagaimana ia dibesarkan penuh kasih sayang oleh mereka yang kini telah tiada.
Tradisi Nyekar sebagai Refleksi Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Menjelang bulan suci Ramadhan, tradisi ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi jembatan spiritual antara masa lalu dan masa kini. Dengan berziarah, umat islam diingatkan pada hakikat kehidupan, pentingnya doa, serta harapan akan ampunan Tuhan bagi mereka yang telah wafat.
Pada akhirnya, tradisi nyekar menjadi bagian tak terpisahkan dari cara masyarakat Indonesia menyambut bulan suci Ramadhan. Di balik bunga yang ditabur dan doa yang dipanjatkan, tersimpan makna mendalam tentang cinta, penghormatan, dan keikhlasan.
Melalui pemahaman akan asal usul nyekar, umat islam diharapkan dapat menjalankan tradisi ini dengan kesadaran spiritual yang lebih kuat. Sebab, selain sebagai bentuk ziarah, nyekar juga menjadi pengingat akan perjalanan hidup, kematian, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di akhirat saat memasuki bulan suci Ramadhan.












