Melalui pelatihan ini, diharapkan para petugas mampu memberikan layanan yang lebih ramah dan responsif kepada pelanggan dengan kebutuhan komunikasi khusus.
Selain pelatihan terkait disabilitas, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembinaan bagi seluruh frontliner KAI Daop 5 Purwokerto. Pembinaan ini bertujuan memperkuat kesiapan petugas dalam menghadapi lonjakan penumpang pada masa Angkutan Lebaran 2026.
Dengan peningkatan kapasitas petugas, KAI berharap kualitas pelayanan kepada pelanggan tetap optimal meskipun terjadi peningkatan volume perjalanan.
Sebagai bentuk komitmen menghadirkan transportasi publik yang inklusif, KAI Daop 5 Purwokerto juga telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi pelanggan disabilitas di stasiun.
Fasilitas tersebut antara lain toilet ramah difabel, kursi roda, ubin pandu (guiding block) bagi penyandang tunanetra, jalur landai (ramp), kursi prioritas di ruang tunggu, serta lift prioritas bagi penumpang disabilitas.
Selain penyediaan fasilitas, petugas stasiun juga siap memberikan bantuan kepada pelanggan disabilitas sejak tiba di stasiun hingga selama perjalanan di dalam kereta, termasuk saat proses naik dan turun kereta api.
“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar transportasi kereta api dapat diakses dengan mudah, aman, dan nyaman oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup As’ad.













