2. Menjalankan Puasa Sunnah
Puasa sunnah seperti Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, atau puasa di bulan Sya’ban dapat menjadi latihan sebelum memasuki Ramadhan. Dengan membiasakan diri, tubuh dan mental akan lebih siap menjalani puasa sebulan penuh.
3. Menyelesaikan Utang Puasa (Qadha)
Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadhan sebelumnya, bulan Sya’ban menjadi kesempatan terakhir untuk menggantinya. Dalam sebuah hadis disebutkan:
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَقُولُ كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ قَالَ يَحْيَى الشُّغْلُ مِنْ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Abu Salamah berkata; Aku mendengar ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata: “Aku berhutang puasa Ramadhan dan aku tidak bisa mengqadha’nya kecuali pada bulan Sya’ban“. Yahya berkata: “Karena dia sibuk karena atau bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam“. (HR. Bukhari 1814).
4. Memperkuat Niat dan Tekad
Ramadhan bisa jadi adalah kesempatan terakhir dalam hidup. Karena itu, penting memiliki niat kuat untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik puasa, salat, membaca Al-Qur’an, maupun sedekah.
5. Menyambut dengan Kegembiraan
Rasa bahagia menyambut Ramadhan menjadi tanda keimanan. Dalam hadis disebutkan seruan malaikat:
يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ هَلُمَّ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ
“Wahai orang-orang yang menghendaki kebajikan, bergembiralah dan wahai orang-orang yang menghendaki keburukan tahanlah dirimu”. (Hadis Shahih, Riwayat al-Nasa`i: 2080 dan Ahmad: 18042).
6. Ziarah Kubur
Di sejumlah daerah, tradisi ziarah kubur menjelang Ramadhan masih dilakukan. Meski tidak ada dalil khusus yang mewajibkan ziarah sebelum puasa, kegiatan ini dianjurkan untuk mengingat kematian dan kehidupan akhirat.
7. Saling Meminta Maaf
Memperbaiki hubungan dengan sesama menjadi langkah penting agar ibadah lebih khusyuk. Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim).
Membersihkan hati sebelum Ramadhan diyakini membantu meningkatkan kualitas ibadah.
Menyambut Ramadhan 2026 bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperkuat iman, memperbaiki diri, dan meningkatkan amal saleh. Dengan persiapan yang matang, diharapkan setiap Muslim dapat menjalani bulan suci ini dengan penuh kekhusyukan dan keluar sebagai pribadi yang lebih bertakwa.
Wallahu A’lam.












