Menurut Gatot, pencapaian ini tidak boleh berhenti sebagai euforia semata. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dan pemetaan kekuatan cabang olahraga sebagai bekal menghadapi agenda yang lebih besar.
“Tentu rekor baru dalam keikutsertaan kita di ajang multi event tidak hanya berhenti di sini. Kita harus ciptakan lagi sejarah baru dengan pencapaian tersukses di Asian Games mendatang. Sehingga pulang dari Thailand nanti ,harus dilakukan evaluasi dengan seksama untuk memetakan mana cabang-cabang olahraga yang menjadi kekuatan kita di pentas Asia, seperti apa proses persiapan yang efektif karena kita hanya punya waktu kurang dari sembilan bulan untuk berlaga di Asian Games. Ini motivasi yang baik untuk melecut para atlet agar terjaga tekad, fokus dan konsentrasinya,” urai Gatot.
Apresiasi serupa disampaikan mantan Ketua Umum PB Perbasi 2006–2010, Noviantika Nasution. Ia menilai prestasi Indonesia di SEA Games 2025 sebagai momentum emosional yang membangkitkan kembali kepercayaan diri olahraga nasional.
“Pencapaian Indonesia di SEA Games kali ini sungguh membanggakan. Sudah lama sekali kita tidak mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan sebanyak ini pada cabang-cabang olahraga bergengsi. Hasil 91 emas ini merupakan penyejuk hati dan pengobat rindu akan kekuatan kita untuk kembali berbicara di ajang multi events seperti SEA Games ini. Melihat hasil ini, kita harus percaya diri kita bisa kembali mencetak rekor positif baru di Asian Games 2026,” kata Noviantika.
Secara keseluruhan, Indonesia menutup SEA Games 2025 dengan total 333 medali yang terdiri dari 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Capaian ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya kompetitif saat menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu tampil dominan di kandang lawan.
Dengan hasil ini, SEA Games 2025 menjadi pijakan penting menuju tantangan berikutnya, yakni Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028, di mana konsistensi prestasi dan kualitas pembinaan akan kembali diuji di level yang lebih tinggi.













