“Harus berani mencoba, kalau perlu berani gagal. Karena dari kegagalan lahirlah inovasi. Jadi kalau nanti kalian menemukan ide yang belum berhasil, jangan berhenti. Anggap itu batu loncatan untuk ide yang lebih baik,” ungkap Agus.
Kemenperin juga membuka ruang link and match antara karya lulusan akademi dengan kebutuhan industri, pemerintah, dan masyarakat. Dengan begitu, aplikasi maupun solusi digital yang dihasilkan dapat langsung dimanfaatkan dan memberi dampak nyata.
Ke depan, kolaborasi dengan Apple akan terus diperluas. Rencana tersebut mencakup pembukaan lima Developer Academy baru di berbagai lokasi, pendirian Apple Innovation and Software Technology Institute, Apple Professional Developers Institute, hingga pusat riset dan pengembangan (R&D) perangkat lunak Apple di Indonesia.
“Semua ini bukan hanya program, tapi ekosistem. Ekosistem yang saya harap bisa membuat kalian tidak hanya jadi pekerja di dunia digital, tapi juga jadi pencipta, pendiri startup, dan pemimpin inovasi,” jelas Agus.
Agus optimis generasi muda memegang peran penting dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Transformasi digital dipandang sebagai motor utama penggerak perekonomian, pencipta lapangan kerja, dan peningkat kualitas hidup masyarakat.
“Saya percaya, teman-teman di Apple Developer Academy adalah calon-calon pemimpin inovasi yang akan membawa Indonesia ke posisi lebih tinggi. Bukan hanya konsumen, bukan hanya produsen, tapi juga pemain utama dalam ekosistem digital dunia,” tegasnya.
Apple Developer Academy @BINUS Bali berlokasi di Parc23, Denpasar, dengan kapasitas hingga 220 peserta per angkatan. Akademi ini memiliki desain modern yang mendukung lingkungan belajar kreatif, mulai dari ruang kolaborasi, area belajar fleksibel, hingga ruang konferensi yang menunjang diskusi dan inovasi.













