Dorongan diplomatik ini juga sejalan dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, untuk mengambil langkah konkret dalam merespons eskalasi konflik.
Melalui Kementerian Luar Negeri, Indonesia turut mendesak Dewan Keamanan PBB agar melakukan investigasi menyeluruh atas insiden yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian.
Selain itu, negara-negara pendukung juga menyerukan penghentian kekerasan, penurunan eskalasi konflik, serta mendorong semua pihak kembali ke jalur diplomasi.
Dalam pernyataan bersama tersebut, negara-negara kontributor UNIFIL menyampaikan keprihatinan serius atas meningkatnya ketegangan sejak awal Maret 2026. Mereka juga mengecam keras serangan yang terus terjadi terhadap pasukan penjaga perdamaian.
“Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Kami mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggunakan seluruh instrumen yang tersedia guna memperkuat perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian di tengah situasi yang semakin berbahaya,” tegas Duta Besar Umar Hadi.













