“Saya kira target trading antara Indonesia dengan Belarusia, kalau kita tetapkan dalam 2-3 tahun bisa naik lima kali lipat, itu nggak hal yang berlebihan ya,” tegasnya.
Pernyataan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong ekspansi produk nasional ke kawasan Eurasia, dengan strategi diversifikasi pasar dan peningkatan nilai tambah industri.
Pertemuan bilateral tersebut juga membahas peluang pembentukan joint venture antara pelaku industri Indonesia dan Belarus di sejumlah sektor strategis. Beberapa bidang yang dibahas antara lain industri otomotif dan komponennya, alat berat dan mesin pertanian, industri berbasis agro seperti kelapa sawit, karet, dan biofuel, lalu ndustri metalurgi, serta pengembangan kawasan industri dan ekosistem Industri 4.0.
“Kita juga sudah sepakati bahwa akan dibentuk joint economic committee antara Indonesia dan Belarusia. Komite ini nanti di bawah payung kerja sama ekonomi bersama yang disebut dengan sub-manufaktur, sub-joint committee on industry. Itu yang nanti akan kita kembangkan juga,” jelas Menperin.
Untuk mendukung realisasi proyek-proyek bersama tersebut, pemerintah Indonesia akan memfasilitasi kerja sama antara pelaku industri kedua negara dalam skema Business to Business (B2B). Dengan demikian, kolaborasi yang dibangun akan lebih fleksibel dan berdampak langsung terhadap sektor industri nasional.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Perindustrian akan mengirimkan delegasi ke Belarus yang dipimpin oleh Tri Supondy, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII). Delegasi ini akan merumuskan dokumen kerja sama antar-kementerian sebagai landasan kerja konkret antara kedua negara.
Menperin Agus Gumiwang juga menilai bahwa kolaborasi dengan Belarus memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama karena sebagian besar industri manufaktur di Belarus merupakan perusahaan milik negara (state-owned). Dengan karakteristik ini, proses negosiasi dan kerja sama akan lebih mudah difasilitasi melalui pendekatan antar-pemerintah (G2G).
“Kami optimis bahwa melalui pelaksanaan kerja sama yang terstruktur dan saling menguntungkan ini, Indonesia dan Belarus dapat mewujudkan kemitraan industri yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.













