Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, 1.819 Produk Nikmati Tarif Nol Persen

Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, 1.819 Produk Nikmati Tarif Nol Persen. Foto: BPMI Setpres

“Masyarakat indonesia membayar nol persen untuk barang yang diproduksi dari soya bean ataupun wheat dalam hal ini, noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat,” jelasnya.

Artinya, produk seperti mi, tahu, dan tempe tetap terjangkau karena bahan bakunya tidak dikenai tambahan bea masuk.

Dalam konteks global, kedua negara sepakat untuk tidak memberlakukan bea masuk terhadap transaksi elektronik, sejalan dengan komitmen di forum World Trade Organization. Indonesia juga mendorong pengaturan transfer data lintas batas secara terbatas, dengan tetap mengacu pada regulasi nasional serta perlindungan data konsumen.

Selain itu, pemerintah akan menerapkan strategic trade management untuk memastikan perdagangan berjalan aman dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar tujuan damai.

Perjanjian ini dijadwalkan mulai berlaku 90 hari setelah seluruh proses hukum di kedua negara rampung, termasuk konsultasi dengan DPR RI. Evaluasi dan penyesuaian dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan tertulis kedua belah pihak.

Airlangga menegaskan bahwa ART berbeda dari sejumlah perjanjian dagang Amerika Serikat dengan negara lain. Kesepakatan ini difokuskan sepenuhnya pada sektor perdagangan.

“Dalam perjanjian ini tujuannya juga untuk mencapai Indonesia emas, sehingga perjanjian ini juga disebut sebagai new golden age bagi Indonesia maupun Amerika Serikat itu sendiri,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa aspek di luar kerja sama ekonomi tidak masuk dalam dokumen akhir.

“Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang non kerja sama ekonomi, antara lain terkait pengembangan reaktor nuklir, kebijakan Laut Cina Selatan, serta pertahanan dan keamanan perbatasan, sehingga murni ART kita adalah terkait dengan perdagangan,” tandasnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow