IHSG Tertekan Imbas Kebijakan MSCI, Saham Indonesia Dihantui Risiko Gagal Rebalancing

Ilustrasi pergerakan pasar modal. Foto: Pixabay

MyInfo.ID – IHSG kembali berada di bawah tekanan kuat setelah MSCI mengumumkan kebijakan mendadak yang berdampak langsung pada saham Indonesia, proses rebalancing, serta langkah mitigasi yang harus diambil BEI dan OJK dalam menjaga stabilitas pasar modal nasional.

Pasar modal Indonesia diguncang sentimen negatif menyusul keputusan MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang membekukan sementara seluruh perubahan indeks untuk saham-saham asal Indonesia. Kebijakan ini langsung memicu kekhawatiran investor global, terutama investor institusi yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan utama alokasi dana.

Keputusan tersebut diumumkan pada 27 Januari 2026 dan berlaku efektif terhadap jadwal rebalancing indeks yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Februari 2026. Dampaknya terasa cepat dan signifikan di pasar.

Dampak Kebijakan MSCI terhadap IHSG dan Saham Indonesia

Efek domino dari kebijakan MSCI langsung menghantam IHSG pada perdagangan 28 Januari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan tercatat mengalami penurunan tajam hingga mendekati 8 persen dalam satu hari perdagangan.

Tekanan jual terjadi hampir merata di seluruh sektor, dengan mayoritas saham Indonesia bergerak di zona merah. Aksi jual asing meningkat seiring ketidakpastian posisi Indonesia dalam indeks global MSCI, yang selama ini menjadi magnet utama arus dana asing.

Situasi tersebut mendorong BEI mengambil langkah protektif dengan melakukan pembekuan sementara perdagangan saham atau trading halt di tengah hari perdagangan. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga agar mekanisme pasar tetap berjalan secara tertib, wajar, dan efisien di tengah volatilitas ekstrem.

Pada saat yang sama, nilai transaksi harian tetap tercatat tinggi, mencerminkan besarnya tekanan dan kepanikan pelaku pasar dalam merespons sentimen global tersebut.

Alasan MSCI Membekukan Rebalancing Saham Indonesia

Keputusan MSCI bukan tanpa dasar. Ada dua isu utama yang menjadi sorotan dan memengaruhi penilaian terhadap pasar modal Indonesia.

Pertama, persoalan transparansi free float. MSCI menilai keterbukaan data kepemilikan saham publik di Indonesia masih belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di pasar. Minimnya kejelasan struktur kepemilikan dinilai berpotensi mengganggu akurasi indeks.

Kedua, pembentukan harga saham yang dianggap tidak sepenuhnya wajar. MSCI menyoroti adanya indikasi perdagangan terkoordinasi yang berpotensi menciptakan distorsi harga, sehingga mengurangi kredibilitas pasar di mata investor global.

Kedua faktor tersebut membuat rebalancing indeks MSCI untuk saham Indonesia ditunda sementara hingga ada perbaikan yang dianggap memadai.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow