News  

HKN 2025, PPJAI dan Bupati Cilacap Bagikan Alat Produksi Herbal untuk Ponpes dan UMKM

Momentum Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Cilacap dimanfaatkan Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) untuk memperkuat kemandirian ekonomi berbasis herbal. Foto: Istimewa

Dalam keterangannya, H. Munfarid menegaskan bahwa distribusi bantuan tersebut dimaksudkan sebagai dorongan bagi kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian budaya herbal.

“Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga motor ekonomi melalui produksi herbal yang higienis dan bermutu. Begitu pula bagi para penjual jamu gendong, bantuan ini adalah bentuk penghargaan agar tradisi jamu tetap lestari. Ini sejalan dengan komitmen PPJAI mengangkat martabat jamu Indonesia,” ujar Munfarid.

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi PPJAI dan Dinas Kesehatan. Menurutnya, pemberdayaan pelaku jamu memiliki relevansi kuat dengan tema peringatan HKN tahun ini.

“Kesehatan dan ekonomi adalah dua sektor yang saling mendukung. Bantuan alat produksi ini bukan hanya langkah meningkatkan kesehatan masyarakat melalui herbal, tetapi juga penguatan ekonomi kerakyatan. Terima kasih kepada PPJAI atas perhatian yang berkelanjutan. Saya berharap alat ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM kita,” tegasnya.

Bantuan untuk pesantren diharapkan dapat menjadi cikal bakal program kewirausahaan santri atau Santripreneur, sementara peremajaan alat bagi pelaku jamu gendong ditujukan untuk meningkatkan kebersihan produk serta daya saing jamu di era modern.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow