“Mungkin tidak ada yang percaya. Saya rasa semua negara mendukung kami. Pemain berkembang banyak. Ada banyak kesalahan, tapi saya tidak mau membahas kesalahan,” sebutnya.
Alih-alih menyoroti kekurangan, Souto memilih menekankan aspek positif dari permainan timnya, terutama efektivitas serangan di laga final.
Salah satu pencapaian yang dianggap paling membanggakan oleh Souto adalah kemampuan Timnas Futsal Indonesia mencetak lima gol ke gawang Iran, tim yang dikenal memiliki pertahanan solid dan pengalaman panjang di level Asia.
“Yang ingin saya bahas adalah cara kami menjebol gawang Iran lima kali,” terang Suoto.
Produktivitas tersebut menjadi indikator peningkatan kualitas permainan Indonesia, khususnya dalam aspek menyerang dan keberanian menghadapi lawan kuat.
Menutup pernyataannya, Hector Souto kembali menegaskan rasa bangganya terhadap Timnas Futsal Indonesia dan pencapaian yang diraih di ajang bergengsi tersebut.
“Untuk Indonesia, saya bangga,” jelasnya.
Sebagai informasi, Timnas Futsal Indonesia harus puas menjadi runner-up Piala Asia Futsal 2026 setelah kalah 4-5 melalui babak adu penalti. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 5-5 hingga waktu tambahan, dalam laga final yang berlangsung ketat dan penuh drama.












