Sebelumnya, Rais Syuriyah PBNU KH Nasaruddin Umar menggambarkan NU sebagai keluarga besar yang hidup dengan berbagai dinamika, namun tetap terikat kuat oleh rasa kebersamaan. Ia menilai, kekuatan NU terletak pada daya inklusifnya yang mampu merangkul siapa pun.
“NU ini seperti keluarga besar. Di dalamnya penuh dinamika, tetapi tetap satu keluarga. Tidak ada orang lain, karena orang lain pun bisa menjadi orang dalam,” ujarnya.
Menurut Nasaruddin, selama satu abad perjalanan NU telah menjadi wadah penting dalam menumbuhkan kekuatan bangsa melalui keterlibatan aktif warga nahdliyyin di berbagai bidang kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan.
Memasuki abad kedua, NU dihadapkan pada tantangan zaman yang semakin kompleks. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya NU untuk tetap setia pada jati dirinya sebagai “pesantren besar” yang menjaga akhlak, tradisi keilmuan, dan persaudaraan, sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan.
Transformasi, menurutnya, tidak boleh menghilangkan akar nilai yang selama ini menjadi kekuatan utama NU dalam menjaga harmoni sosial dan keutuhan bangsa.
Sementara itu, Ketua Panitia Harlah ke-100 NU Gus Aizuddin Abdurrahman menyampaikan bahwa peringatan 1 abad NU tidak hanya berlangsung di tingkat pusat. Perayaan juga digelar secara serentak oleh pengurus wilayah, cabang, hingga ranting NU di berbagai daerah di Indonesia.
Beragam kegiatan diselenggarakan sebagai wujud khidmah, refleksi sejarah, dan rasa syukur atas perjalanan panjang NU.
“Seratus tahun bukan angka yang sederhana, tetapi penuh makna. Apa pun yang kita lakukan hari ini, mudah-mudahan menjadi bagian dari sejarah panjang NU yang terus hidup, berkhidmah, dan memberi manfaat bagi bangsa dan peradaban,” terangnya.
Puncak Harlah ke-100 NU turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara, di antaranya Mustasyar PBNU Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, Menko PMK Pratikno, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar. Hadir pula para duta besar negara sahabat serta perwakilan PWNU dan PCNU dari seluruh Indonesia.












