Proses pencarian melibatkan berbagai metode dan dukungan peralatan. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Klawing menggunakan tiga unit LCR (perahu karet) milik Basarnas, BPBD, dan SAR MTA, satu perahu rafting milik Basarnas, penyisiran air dengan teknik body rafting, penyisiran darat di sepanjang bantaran sungai.
Pemantauan udara dengan drone thermal juga dilakukan untuk mendeteksi keberadaan korban dari atas. Termasuk melakukan koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian dan memaksimalkan hasil.
Hingga Selasa sore, dua korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada Rabu, 6 Agustus 2025 dengan memperluas wilayah penyisiran dan tetap menggunakan metode kombinasi darat, air, dan udara.
Diharapkan dengan kondisi cuaca yang mendukung, proses evakuasi terhadap dua korban yang tersisa bisa segera membuahkan hasil.













