JAKARTA, MyInfo.ID – Pasar logam mulia kembali memecahkan rekor. Harga emas dunia hari ini, Senin (26/1/2026), melonjak +1,25% ke level sekitar US$5.049,9 per troy ounce, menyentuh titik all-time high atau tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ekstrem ini turut mendorong proyeksi bahwa harga emas Antam di dalam negeri berpotensi menembus angka psikologis Rp 3 juta per gram pada kuartal II 2026.
Dikutip dari berbagai sumber, lonjakan harga emas ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global yang bersumber dari kebijakan kontroversial pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kekhawatiran investor memuncak akibat beberapa pernyataan dan ancaman kebijakan Trump belakangan ini, seperti ancaman terhadap independensi The Fed, wacana intervensi di Venezuela, hingga ancaman mengenakan tarif 100% pada Kanada.
Faktor kunci lain yang diawasi ketat adalah proses pemilihan calon ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya, yang akan menggantikan Jerome Powell pada Mei 2026. Trump mengklaim telah memiliki kandidat pilihannya. Ekspektasi pasar adalah, jika Trump memilih figur yang bersikap dovish (cenderung melonggarkan moneter), hal itu dapat memperbesar peluang penurunan suku bunga AS lebih lanjut di tahun ini—sebuah skenario yang secara historis selalu mendorong kenaikan harga emas.
Gejolak di pasar internasional langsung berimbas pada pasar domestik. Pada perdagangan sepekan terakhir (19-25 Januari 2026), harga emas Antam tercatat melonjak tajam sebesar Rp 184.000 per gram. Sementara itu, harga emas yang dikutip oleh retailer ternama Galeri24 bahkan menguat lebih dalam, yaitu Rp 238.000 per gram.
Data pada Minggu (25/1) menunjukkan:
- Harga Emas Antam: Bertahan di level Rp 2.887.000 per gram.
- Harga Emas Galeri24: Tercatat di Rp 2.925.000 per gram dengan harga buyback Rp 2.743.000 per gram.
Yang menarik, di laman resmi Galeri24, pada Senin (26/1) harga jual untuk emas batangan Antam bahkan sudah ada yang menyentuh level Rp 3.168.000 per gram, menunjukkan tekanan kenaikan yang sangat kuat.
Tren kenaikan harga emas diproyeksikan masih akan berlanjut. Selain faktor geopolitik global dan kebijakan moneter AS, pelemahan nilai tukar Rupiah turut menjadi bensin bagi kenaikan harga logam mulia dalam Rupiah. Ketegangan geopolitik seperti perang dagang dan dinamika politik AS diprediksi akan terus menjadi pendorong utama.
Tidak hanya emas, logam mulia lain seperti perak juga diprediksi akan mengikuti tren kenaikan ini. Dengan sentimen pasar yang masih didominasi kehati-hatian dan pencarian aset safe-haven, emas diprediksi tetap menjadi pilihan investasi utama, berpotensi mendorong harga emas Antam mendekati atau bahkan melampaui proyeksi Rp 3 juta per gram dalam beberapa bulan ke depan.













