Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026, APBN Disiapkan Jadi Tameng Ekonomi

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok Kemenkeu

Kenaikan juga terlihat pada PPh Orang Pribadi sebesar 15,8 persen, yang mencerminkan perbaikan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatnya kepatuhan wajib pajak.

Untuk mengantisipasi gejolak global, pemerintah mengandalkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai bantalan fiskal sebesar Rp420 triliun. Dana ini menjadi cadangan strategis jika terjadi tekanan ekstrem, termasuk lonjakan harga energi dunia.

Di sisi lain, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat Rp112,1 triliun atau 24,4 persen dari target. Meski mengalami kontraksi 3 persen akibat fluktuasi harga komoditas, realisasinya masih dinilai sesuai jalur.

Dari sisi makro, stabilitas ekonomi nasional juga terjaga. Inflasi pada Maret 2026 tercatat 3,48 persen (yoy). Bahkan, jika faktor anomali harga listrik tahun sebelumnya dikeluarkan, inflasi riil berada di kisaran 2,51 persen.

Sektor manufaktur menunjukkan ekspansi selama delapan bulan berturut-turut. Pemerintah pun optimistis pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 bisa menembus 5,5 persen atau lebih.

Indikator lain seperti penjualan kendaraan bermotor dan konsumsi semen juga menguat, menandakan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.

“Keadaan APBN kita masih terjaga. Kita sudah hitung dengan teliti pertahanan berlapis-lapis untuk memastikan ekonomi kita aman dan rakyat terlindungi,” pungkas sang Bendahara Negara.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow