Iwanuddin menyoroti sejumlah kebiasaan yang dinilai berisiko menimbulkan tindak pidana korupsi, seperti budaya pemberian saat hari raya, proses pengadaan barang dan jasa, perizinan, hingga pelaksanaan pelatihan yang tidak sesuai aturan.
“Budaya-budaya seperti itu harus dihentikan. Stop sampai di sini. Kita harus memperbaiki tata kelola pemerintahan, agar lebih baik ke depan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjut Iwanuddin, siap memberikan dukungan dan pembinaan kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Pendampingan juga dilakukan untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan kondusivitas daerah.
“Komitmen pemprov akan memberikan bantuan dan pembinaan, agar tetap terus bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Iwanuddin.
Menjelang Idulfitri, pemerintah daerah juga diminta memperhatikan stabilitas harga kebutuhan pokok serta menjaga inflasi daerah.
Selain itu, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat juga harus tetap terjaga agar masyarakat dapat menjalani masa Lebaran dengan aman dan nyaman.
“Dan pesan Bapak Gubernur layani masyarakat sebaik-baiknya. Jaga inflasi, jaga kondusivitas Kabupaten Cilacap,” tandasnya.













