Ekonomi RI Tahan Guncangan Global, Airlangga Sebut Pertumbuhan Kuartal I 2026 Bisa Tembus 5,5 Persen

Pemerintah memastikan kinerja ekonomi Indonesia tetap solid pada awal 2026, meski dibayangi ketidakpastian global. Foto: BPMI Setpres

Kinerja sektor manufaktur yang terus tumbuh memperkuat indikasi bahwa aktivitas produksi dan permintaan domestik masih berada dalam tren positif.

Tak hanya sektor ekonomi makro, pemerintah juga menyoroti ketahanan pangan yang dinilai semakin solid. Stok beras nasional disebut berada dalam kondisi aman.

“Ketahanan pangan kita juga relatif kuat, produksi beras di 2025, 34,7 (juta ton) dan stok bulog sebesar 4,6 juta ton,” imbuhnya.

Ketersediaan pangan yang cukup menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga dan inflasi.

Untuk memastikan pertumbuhan tetap terjaga, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah implementasi program biodiesel B50 yang diyakini mampu mengurangi beban anggaran.

“Kita sudah menyepakati per 1 Juli, B50, di mana itu meningkatkan ketahanan anggaran dari saving sebesar Rp48 triliun,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen menjaga disiplin fiskal, terutama terkait rasio utang dan defisit anggaran.

“Bapak Presiden tadi komit bahwa rasio utang dijaga di level 40 persen, walaupun undang-undang menyiapkan sampai 60 persen. Demikian pula juga budget deficit dijaga di level 3 persen dan juga ini akan dijaga sampai dengan akhir tahun,” pungkasnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow