Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh Solid, Menkeu Purbaya: APBN Jadi Penopang Utama

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok Kemenkeu

Peran belanja modal pemerintah dan BUMN, termasuk melalui operasional Danantara, turut mengungkit investasi swasta dan memperkuat struktur modal nasional.

Kinerja ekspor barang dan jasa riil tumbuh 3,25 persen (yoy) pada kuartal IV dan 7,03 persen secara tahunan. Peningkatan ekspor didorong oleh komoditas minyak hewan dan nabati, besi dan baja, serta mesin dan peralatan elektronik.

Ekspor jasa ikut menguat seiring pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 12,5 persen. Di sisi lain, impor tumbuh 3,96 persen pada kuartal IV dan 4,77 persen secara tahunan, terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dan barang modal.

Dari sisi produksi, sektor manufaktur tumbuh 5,40 persen (yoy) pada kuartal IV dan 5,30 persen sepanjang 2025, sejalan dengan PMI Manufaktur yang konsisten berada di zona ekspansif.

Subsektor berbasis hilirisasi menunjukkan kinerja kuat. Industri Makanan dan Minuman tumbuh 6,38 persen, Industri Logam Dasar melonjak 15,71 persen, dan Industri Mesin dan Perlengkapan tumbuh 13,98 persen. Sektor perdagangan sebagai kontributor besar kedua juga mencatat pertumbuhan 5,49 persen sepanjang tahun.

Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 5,33 persen sepanjang 2025, didorong lonjakan subsektor tanaman pangan (9,94 persen) serta sektor peternakan (7,78 persen) yang menopang program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kinerja ini diperkuat pemangkasan 145 regulasi distribusi pupuk.

Sektor terkait mobilitas masyarakat mencatatkan pertumbuhan tinggi. Transportasi tumbuh 8,78 persen, sementara Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 7,41 persen. Informasi dan Komunikasi juga tumbuh 8,35 persen, didorong peningkatan trafik data dan penetrasi internet. Di sisi lain, sektor pertambangan menjadi satu-satunya sektor yang terkontraksi akibat kebijakan hilirisasi dan penurunan harga komoditas.

Secara spasial, seluruh wilayah Indonesia mencatat pertumbuhan positif. Sulawesi memimpin dengan 6,23 persen, disusul Pulau Jawa sebesar 5,30 persen. Sumatera dan Kalimantan tumbuh moderat, sementara Bali dan Nusa Tenggara mencatat pemulihan seiring bangkitnya pariwisata.

Momentum pertumbuhan ini berdampak positif pada ketenagakerjaan dan kesejahteraan. Jumlah penduduk bekerja pada November 2025 mencapai 147,9 juta, sementara TPT turun menjadi 4,74 persen. Tingkat kemiskinan juga menurun menjadi 8,25 persen per September 2025.

Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4 persen pada 2026. Konsumsi rumah tangga yang kuat, belanja negara yang berkualitas, kinerja eksternal yang kompetitif, serta investasi dengan peran swasta yang lebih besar menjadi penopang utama.

“Pemerintah terus mencermati dinamika ke depan dan memastikan kebijakan fiskal tetap dikelola secara hati-hati dan kredibel. Kebijakan fiskal terus diselaraskan dengan kebijakan sektor keuangan dan meningkatkan peran swasta. Seluruh mesin pertumbuhan harus bergerak selaras mendukung pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkelanjutan,” tutup Menkeu.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow