Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh Solid, Menkeu Purbaya: APBN Jadi Penopang Utama

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok Kemenkeu

JAKARTA, MyInfo.ID – Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid sepanjang 2025. Pada kuartal IV 2025, ekonomi tumbuh 5,39 persen (year on year), sementara secara keseluruhan tahun mencatatkan pertumbuhan 5,11 persen. Capaian ini menjadi fondasi penting bagi target pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan ke depan.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang kuat, investasi yang tumbuh tinggi, belanja pemerintah yang optimal, ekspor yang relatif stabil, serta dukungan pengelolaan kas negara melalui perbankan komersial. Dari sisi produksi, sektor-sektor bernilai tambah tinggi dan sektor yang berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat menjadi motor utama pertumbuhan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa akselerasi ekonomi pada akhir tahun menjadi sinyal penting bagi prospek ekonomi nasional.

“Meskipun menghadapi berbagai tantangan, kinerja kuartal IV terakselerasi signifikan dan menjadi momentum untuk pertumbuhan lebih tinggi. APBN berperan strategis menjaga momentum tersebut, diperkuat sinergi kebijakan moneter dan sektor keuangan. Ekonomi tidak hanya tumbuh tinggi tetapi juga berkelanjutan, dengan makrofiskal yang stabil,” tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga tetap menjadi kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal IV 2025, konsumsi tumbuh 5,11 persen (yoy) dan secara tahunan mencapai 4,98 persen, mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga.

Peningkatan mobilitas, inflasi yang terkendali, serta berbagai stimulus pemerintah turut menopang konsumsi. Kinerja ini tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil dan melonjaknya transaksi ekonomi digital. Momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru), kebijakan diskon transportasi, bantuan sosial, BLTS, serta program magang ikut mendorong aktivitas masyarakat.

Dampaknya terlihat pada sektor pendukung konsumsi, di mana restoran dan hotel tumbuh 6,38 persen, sementara transportasi dan komunikasi tumbuh 6,32 persen sepanjang 2025. Kondisi ketenagakerjaan yang kondusif juga memperkuat fondasi konsumsi rumah tangga.

Konsumsi Pemerintah tumbuh 4,55 persen (yoy) pada kuartal IV dan 2,5 persen sepanjang tahun. Belanja negara kembali berperan sebagai shock absorber untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjalankan agenda prioritas nasional.

Sepanjang 2025, Rp805,4 triliun dialokasikan untuk belanja program prioritas, termasuk perlindungan daya beli, stabilisasi harga, dan peningkatan produktivitas. Pemerintah juga menyalurkan Rp110,7 triliun dalam bentuk stimulus bagi rumah tangga dan dunia usaha, yang memberikan efek pengganda luas terhadap perekonomian.

Pertumbuhan Investasi (PMTB) mencatat kinerja impresif dengan pertumbuhan 6,12 persen (yoy) pada kuartal IV dan 5,09 persen sepanjang tahun. Investasi mesin dan perlengkapan melonjak 17,99 persen pada 2025, mencerminkan penguatan aktivitas industri nasional.

Investasi kendaraan tumbuh 5,16 persen, seiring meningkatnya kebutuhan logistik. Stabilitas makroekonomi serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter meningkatkan kepercayaan investor, tercermin dari realisasi PMA dan PMDN yang tumbuh 12,66 persen.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow