“Selama ini Saptoyogo Purnomo spesialis pada nomor 100 dan 200 meter. Sehingga meraih emas pada nomor 400 meter menjadi sesuatu yang harus disyukuri,” lanjutnya.
Saptoyogo sendiri bukan nama baru di dunia olahraga disabilitas. Ia telah malang melintang di berbagai kejuaraan dunia dan bahkan telah menembus ajang Paralimpiade, menjadikannya salah satu atlet para atletik paling berpengalaman yang dimiliki Banyumas.
Sementara itu, Lutfi Afandi baru bergabung dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) NPCI pada pertengahan 2025. Raihan dua medali perunggu di ajang sekelas ASEAN Para Games dinilai sebagai modal besar untuk pembinaan jangka panjang.
Suwondo berharap pencapaian dua atlet tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi atlet NPCI Banyumas lainnya untuk terus berlatih dan berani bermimpi tampil di level yang lebih tinggi.
Ia menekankan bahwa prestasi ini juga membawa pesan penting bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas di Banyumas.
“Meski berbeda mereka tetap bisa beprestasi. Bedo ning digdoyo,” ucapnya.
Ia pun mengajak masyarakat Banyumas untuk lebih terbuka dan mendukung potensi atlet disabilitas, termasuk dengan mendorong mereka bergabung ke NPCI.
“Untuk itu saya mengajak kepada warga Banyumas yang memiliki anak, saudara, tetangga penyandang disabiltas, untuk bergabung dengan NPCI Kabupaten Banyumas. NPCI Banyumas berkomitmen memperkuat pembinaan atlet disabilitas secara berkelanjutan demi mengharumkan nama Banyumas dan Indonesia di level dunia,” pungkasnya.













