PURWOKERTO, MyInfo.ID – Paguyuban Pedagang Pagi Pasar Wage Purwokerto (P4WP), terutama pedagang yang beraktivitas di Jalan Vihara, meminta Pemkab Banyumas menunda rencana relokasi hingga setelah Idul Fitri. Mereka menilai Ramadan sebagai periode krusial yang berpotensi meningkatkan omzet penjualan.
Permintaan itu disampaikan dalam audiensi bersama DPRD Kabupaten Banyumas, Rabu (18/02/2026), yang turut dihadiri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas. Pertemuan digelar di ruang tamu pimpinan DPRD.
Dalam forum tersebut, P4WP menyatakan keinginan untuk tetap berjualan hingga pukul 08.00 WIB dengan komitmen menjaga kebersihan serta ketertiban. Jika relokasi tetap diberlakukan, pedagang meminta kepastian teknis, termasuk jaminan keramaian dan keberlangsungan usaha di lokasi baru.
“Kami tidak menolak penataan. Yang kami minta adalah kepastian dan waktu yang tepat, jangan menjelang atau saat Ramadan,” demikian pernyataan sikap P4WP yang ditandatangani Ketua Nada Pratikno dan Sekretaris Andi Priyo Utomo.
Secara prinsip, paguyuban menyatakan tidak keberatan jika dipindahkan ke dalam kompleks Pasar Wage. Mereka juga membuka opsi relokasi ke kawasan Jalan Jenderal Soedirman atau Pasar Pintu Selatan, sepanjang diputuskan melalui musyawarah bersama.
Kepala Dinperindag Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, menjelaskan kebijakan penataan merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait penggunaan badan jalan, serta aspirasi pedagang di dalam pasar yang merasa distribusi pembeli belum merata.












