Menurut Haramain, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah menjadi penting, terutama bagi generasi muda, pelaku UMKM, serta komunitas sosial dan keagamaan.
Ia menambahkan, wilayah eks Karesidenan Banyumas memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan industri keuangan syariah. Per Desember 2025 tercatat terdapat 38 jaringan kantor cabang bank umum syariah dan unit usaha syariah, serta 25 kantor pusat BPR dan BPRS yang berada dalam wilayah kerja OJK Purwokerto.
“Dengan jaringan layanan yang cukup luas tersebut, akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah semakin terbuka sehingga diharapkan mampu mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian Gerak Syariah 2026, OJK Purwokerto sebelumnya telah melaksanakan sejumlah kegiatan edukasi keuangan syariah. Di antaranya pelatihan bagi 1.000 penyuluh agama Islam di Jawa Tengah dan DIY yang kemudian menggelar 59 kegiatan literasi kepada lebih dari 5.300 peserta.
Selain itu, OJK juga mengadakan roadshow literasi keuangan syariah bagi takmir masjid di Banyumas serta santri dan pengasuh pondok pesantren di Cilacap. Edukasi juga dilakukan melalui siaran radio, berbagai lomba bertema keuangan syariah, hingga podcast literasi keuangan bersama tokoh publik Andy F. Noya.
OJK turut melibatkan lembaga jasa keuangan syariah di wilayah eks Karesidenan Banyumas dalam kampanye Gerak Syariah. Hingga saat ini tercatat 45 kegiatan literasi dan inklusi keuangan syariah telah dilaksanakan dengan total peserta mencapai 1.403 orang.
Dari rangkaian kegiatan tersebut juga tercatat pembukaan 7.121 rekening baru serta penambahan 3.126 debitur baru, dengan total pembiayaan mencapai Rp160,8 miliar dan produk simpanan sebesar Rp17,7 miliar.
Melalui Gerak Syariah 2026, OJK Purwokerto berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak sesuai prinsip syariah.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, lembaga jasa keuangan, hingga masyarakat untuk terus bersinergi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah demi kesejahteraan masyarakat,” kata Haramain.













