Dorong Penguatan Literasi Keuangan Syariah Lewat Peran Penyuluh Agama

Program Gerak Syariah 2026 diinisiasi OJK sebagai upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat. Pelatihan dilaksanakan secara hibrida dan melibatkan penyuluh agama sebagai ujung tombak edukasi di lapangan. Foto: Istimewa

Sepanjang 2025, OJK telah menyelenggarakan sekitar 115 kegiatan edukasi. Tahun ini, kolaborasi dengan penyuluh agama diharapkan mampu memperluas jangkauan program hingga ke tingkat desa.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menekankan bahwa perkembangan layanan keuangan digital harus diimbangi dengan peningkatan literasi masyarakat.

“Masyarakat memang semakin mudah mengakses layanan perbankan dan pembiayaan. Namun di sisi lain, risiko terjebak pinjaman ilegal dan informasi keuangan yang menyesatkan juga semakin besar,” ujarnya.

Lintarti menilai penyuluh agama memiliki posisi strategis karena menjadi figur yang dipercaya masyarakat. Pesan yang disampaikan tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga perilaku sosial dan ekonomi warga.

Ia berharap para penyuluh dapat menyampaikan materi keuangan syariah dengan bahasa sederhana, membantu masyarakat memahami pengelolaan keuangan keluarga, serta mendorong pengambilan keputusan finansial yang bijak.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan penyuluh agama menjadi langkah konkret untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga dan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

“Literasi keuangan harus menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat. Dengan kolaborasi yang solid, kita berharap dampaknya bisa dirasakan hingga ke pelosok desa,” pungkasnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow