News  

BSN Perkuat Posisi Indonesia di Forum Standar Keramik Internasional ISO/TC 189

Plt. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Y. Kristianto Widiwardono, saat membuka The 33rd Plenary Meeting and Working Group Meetings of ISO/TC 189 Ceramic Tiles di Yogyakarta, Kamis (13/11/2025). Foto: BSN

“Penerapan SNI yang harmonis dengan standar ISO akan memperkuat daya saing industri ubin keramik nasional sekaligus melindungi konsumen dari produk yang tidak memenuhi persyaratan mutu. BSN telah mengadopsi 16 standar ubin keramik internasional. Maka, ubin keramik yang ber-SNI juga sama dengan berstandar ISO,” tambahnya.

Hingga kini, tercatat 55 merek produk ubin keramik di Indonesia telah menerapkan SNI Ubin Keramik, berdasarkan data situs Barang Ber-SNI (bangbeni.bsn.go.id).

Melalui penerapan SNI ISO 13006:2018, Indonesia terus memperkuat kebijakan teknis berbasis standar internasional guna memastikan industri ubin keramik berkembang secara berkelanjutan dan kompetitif.

Pertemuan internasional yang digelar BSN bersama ISO dan ASAKI ini menghadirkan 72 delegasi dari 16 negara, di antaranya Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, India, Italia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Norwegia, Spanyol, Tanzania, Turki, Inggris, Amerika Serikat, serta Indonesia sebagai tuan rumah.

Dalam forum tersebut, para delegasi terbagi ke dalam 11 kelompok kerja (Working Group) untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari metode pengujian, spesifikasi produk, sistem instalasi, keberlanjutan, sifat antimikroba, ketahanan terhadap selip, hingga pengurangan jejak karbon.

Sedikitnya sembilan draf standar baru turut dibahas, meliputi ISO/CD 10545-22, ISO/DIS 10545-25, ISO/PWI 13006, ISO 13007-1, ISO 13007-3, ISO/PWI TS 17870-2, ISO/AWI 13087, ISO/DIS 17889-3, dan Proposal of WD for revising ISO 14448.

Melalui diskusi ini, diharapkan standar yang dihasilkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan industri modern dan adaptif terhadap perubahan teknologi serta tuntutan keberlanjutan.

ISO/TC 189 – Ceramic Tiles sendiri merupakan komite internasional yang mengatur lebih dari 45 standar global, termasuk ISO 13006 yang mengatur definisi dan klasifikasi ubin keramik, serta seri ISO 10545 yang menjadi rujukan dalam pengujian dan penilaian mutu produk.

Kristianto mengajak seluruh negara anggota untuk terus memperkuat sinergi dalam pengembangan standar internasional yang berdaya saing tinggi.

“Melalui sinergi global dalam pengembangan standar, kita dapat mewujudkan industri ubin keramik yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow